NEWS | CAREER WITH US

News

home » news

Investor Asing Hanya Boleh Beli Properti Baru, Bukan Bekas (25/02/2013)

PRAKTISI Bidang Pertanahan Drs. H.Ahmad chairudin, B.SC, mengatakan, merevisi Undang Undang Rumah Susun (Rusun) harus segera dilakukan. Menurut risvisi itu sudah sangat mendesak dilakukan pemerintah.

Apalagi iklim investasi rumah susun atau apartemen di Indonesia makin berkembang sedikian pesat, katanya. Untuk itulah, revisi UU Rusun itu, perlu untuk mendukung iklim investasi di Indonesia, tambahnya.

"Dalam UU No.20 / 2011 tidak satupun pasal  bicara soal itu. Revisi itu hanya dapat di capai dengan kemauan politik yang kuat dari pemerintah," kata Ahmad Chairudin dalam Diskusi Terbuka Forum Kajian dan Konsultasi Pertanahan, di Hotel Burobudur Jakarta, Rabu (13/02).

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa Peraturan Strata title system akan memberi ruang untuk kepemilikan apartemen oleh orang asing. Misalnya, lanjutnya, dengan memperkenalkan kepemilikan oleh orang asing atas unit pada sistim rusun dengan tanah hak apapun juga.

"Dan melarang orang asing memiliki property dan landed house sistem. Kita kehilangan momentum untuk menciptakan peraturan lewatnya kesempatan merevisi Undang Undang Rusun," katanya. Menurutnya, selama ini wacana untuk merevisi UU Rusun sangat kuat untuk memberi peluang kepemilikan orang asing atas unit-unit apartemen.

Sementara itu, praktisi pertanahan Chairul Basri Achmad mengatakan, pihaknya mengusulkan orang asing seharusnya hanya boleh membeli properti yang baru bukan yang bekas. Selain itu, dia juga meminta mereka seharusnya hanya boleh menjual properti kepada pribumi bukan kepada orang asing. "Dengan keharusan membeli yang baru, pengembang dalam negeri akan berkembang," katanya.[*]